Artikel tentang :

Memuat...

Informasi Tentang Penyakit Rabies

RABIES
(Hydrophobia, Lyssa)
Suatu penyakit encephalomyelitis viral akut dan fatal, serangan biasanya dimulai dengan perasaan ketakutan, sakit kepala, demam, malaise, perubahan perasaan sensoris pada bekas gigitan binatang. Gejala yang sering muncul adalah eksitabilitas dan aerophobia. Penyakit ini berlanjut kearah terjadinya paresis atau paralisis, kejang otot – otot menelan menjurus pada perasaan takut pada air (Hydrophobia), diikuti dengan delirium dan kejang. Tanpa intervensi medis, biasanya berlangsung 2 -6 hari dan kadang lebih, kematian biasanya karena paralisis pernafasan.

Penyebab

Penyebab penyakit adalah Virus rabies, rhabdovirus dari genus Lyssavirus.

Distribusi Penyakit

Tersebar di seluruh dunia, dengan perkiraan 65.000 – 87.000 kematian pertahun, hampir semuanya terjadi di negara berkembang di Asia diperkirakan 38.000 – 60.000 kematian dan di Afrika 27.000 kematian. Mereka yang mati umumnya karena gigitan anjing gila tanpa upaya profilaksis yang memadai.
Rabies adalah penyakit yang terutama menyerang binatang. Daerah dengan populasi binatang yang saat ini bebas dari rabies hanyalah Australia, New Zealand, Papua Nugini, Jepang, Hawaii, Taiwan, Oceania, United Kingdom, Irlandia, Iceland, Norwegia, Swedia, Finlandia, Portugal, Yunani, India bagian barat, dan Kepulauan Atlantik. Urban (atau Canine) rabies ditularkan oleh anjing, sedangkan Sylvatic rabies adalah penyakit carnivore liar dan kelelawar, yang menular secara sporadis kepada anjing, kucing, dan ternak.


Reservoir

Sebagai reservoir adalah berbagai Canidae domestic dan liar, seperti anjing, serigala, coyote, rubah, dan mamalia menggigit lainnya. Kelelawar frugivorous (pemakan buah) dan insectivorous (pemakan serangga) ditemukan di Amerika Serikat dan Kanada bahkan Eropa. Di Negara berkembang Anjing tetap menjadi reservoir utama.

Cara Penularan

Air liur binatang penular yang sakit mengandung virus yang menularkan melalui gigitan atau cakaran. Penularan dari orang ke orang secara teoritis dimungkinkan oleh karena liur dari orang terinfeksi dapat mengandung virus, namun hal ini belum pernah didokumentasikan. Di Amerika Latin penularan melalui kelelawar yang terinfeksi kepada binatang domestic sering terjadi.

Masa Inkubasi

Biasanya berlangsung 3-8 minggu, jarang sependek 9 hari atau sepanjang 7 tahun. Masa inkubasi sangat tergantung pada tingkat keparahan luka, lokasi luka yang erat kaitannya dengan kepadatan jaringan saraf di lokasi luka dan jarak luka dari otak serta jumlah dan strain virus yang masuk.

Masa Penularan

Pada anjing dan kucing biasanya 3 – 7 hari sebelum muncul gejala klinis dan selama periode sakit. Pada satu studi kelelawar mengeluarkan virus melalui tinjanya 12 hari sebelum sakit.
Bila terjadi gigitan maka segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.

(disarikan dari : manual pemberantasan penyakit menular)


Semoga Bermanfaat



Artikel Terkait:

0 comments:

Poskan Komentar

Dapatkan Info Via Email

Terbaru

TerPopuler

Sejak 2008-2011. Diberdayakan oleh Blogger.